BUTON TENGAH, KATASULTRA.ID – Aktivitas perjudian sabung ayam di Kabupaten Buton Tengah masih terus berlangsung meski aparat kepolisian telah berkali-kali melakukan penggerebekan. Berdasarkan pantauan di lapangan, arena sabung ayam di wilayah ini bahkan memiliki jadwal tetap, yakni setiap Minggu, Selasa, dan Jumat. Praktik ini disebut sudah berlangsung cukup lama dan seolah kebal dari upaya penegakan hukum.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan adalah arena di Desa Moko, Kecamatan Lakudo. Lokasi ini dikenal sebagai arena sabung ayam terbesar di Buton Tengah, bahkan tak jarang menarik pemain dari kabupaten tetangga seperti Muna dan Muna Barat .
Ironisnya, Polsek Lakudo diketahui telah tiga kali melakukan penggerebekan di lokasi yang sama. Penggerebekan terakhir terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2025. Namun, dalam setiap operasi, polisi selalu gagal menangkap pelaku karena informasi yang bocor .
Dalam penggerebekan terakhir, polisi hanya mengamankan 12 ekor ayam jantan yang sebagian ditemukan dalam kondisi mati. Tenda-tenda yang digunakan sebagai arena juga dibakar aparat .
Meski demikian, penggerebekan yang berulang kali gagal itu tak lantas membuat aktivitas sabung ayam berhenti. Berdasarkan penelusuran katasultra.id, praktik sabung ayam dengan jadwal Minggu-Selasa-Jumat tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat sekitar mengakui bahwa jadwal tersebut sudah menjadi semacam “kalender tetap” yang diwariskan secara turun-temurun.
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa meski sempat tutup pasca-penggerebekan, arena biasanya kembali buka hanya dalam hitungan hari.
”Sudah biasa itu. Kalau digerebek, istirahat sehari, besoknya buka lagi. Apalagi kalau hari pasaran, pasti rame,” katanya.
Dugaan kuat di masyarakat, praktik ini tidak akan pernah benar-benar putus selama tidak ada penindakan tegas terhadap pemodal besar dan pemilik arena.
Redaksi
Meski Tiga Kali Digerebek, Arena Sabung Ayam di Buton Tengah Tetap Beroperasi Rutin Tiga Kali Sepekan







