Rumah dan Kios Sembako Dua Yatim Piatu di Muna Barat Ludes Terbakar

MUNA BARAT, katasultra.id – Nasib pilu menimpa Dion dan Mulyadi, dua bersaudara yatim piatu di Desa Waulai, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar). Rumah kediaman sekaligus kios sembako yang menjadi satu-satunya tumpuan hidup mereka ludes terbakar saat ditinggal pergi bermain bola dan mengantre BBM, pada  sore hari sekitar pukul 15.45 WITA.

Peristiwa naas tersebut terjadi saat bangunan rumah papan milik mereka dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, Dion saat itu tengah berada di lapangan untuk bermain sepak bola, sementara sang kakak, Mulyadi, sedang pergi ke SPBU untuk mengantre BBM jenis Pertalite.

“Tidak ada orangnya saat kejadian. Dion pergi main bola, sementara kakaknya Mulyadi pergi mengantri bensin di Pertamina,” ujar salah seorang warga setempat.

Berdasarkan keterangan saksi mata, titik api diduga kuat bermula dari bagian samping rumah yang berdekatan dengan area dapur. Api dengan cepat merembet ke bagian depan ruang tamu sebelum akhirnya membesar dan melahap seluruh struktur bangunan kayu beserta barang-barang di dalamnya.

Salah satu warga yang menyaksikan musibah tersebut menuturkan bahwa warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api dengan menyiram manual. Namun, terpaan angin kencang membuat kobaran api kian sulit dikendalikan.

“Kami berupaya memadamkan dengan alat seadanya, tapi api cepat sekali membesar. Makanya warga berfokus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dijangkau, seperti mobil mikrolet, sepeda motor, dan kulkas yang ada di kios,” terang warga.

Ia menambahkan, harta benda yang berada di dalam bangunan utama rumah sama sekali tidak dapat diselamatkan karena api sudah terlanjur membubung tinggi.

“Kalau yang di atas rumah tidak ada yang bisa diselamatkan. Ada warga yang sempat mencoba naik, tetapi kondisinya sudah sangat tidak memungkinkan. Untuk jualan sembako di kios, hanya sebagian kecil yang sempat dievakuasi,” tambahnya.

Sementara itu, Dion mengungkapkan dirinya baru menyadari musibah tersebut saat mendapat panggilan telepon dari warga ketika sudah berada di lapangan sepak bola. Ia langsung bergegas pulang, namun tiba di lokasi saat kediamannya sudah rata dengan tanah.

Akibat kejadian ini, seluruh harta benda di dalam rumah termasuk pakaian, dokumen penting berupa ijazah dari SD hingga SMA, serta uang simpanan hangus terbakar.

“Tinggal pakaian di badan ini yang tersisa, baju bola dan celana bola. Ijazah mulai dari tingkat SD sampai SMA semuanya hangus terbakar,” ungkap Dion dengan nada syok.

Meski diterpa musibah berat, Dion mengaku berusaha tegar dan mengikhlaskan peristiwa tersebut sebagai bentuk cobaan hidup. Selama ini, Dion dan Mulyadi hanya tinggal berdua dan mengandalkan usaha kios sembako tersebut untuk bertahan hidup usai kedua orang tua mereka meninggal dunia.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Mengenai penyebab pasti munculnya titik api di area samping dapur, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib setempat.

Warga sekitar berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu kedua bersaudara ini, mengingat mereka kini kehilangan seluruh harta benda dan mata pencaharian satu-satunya.

Reporter: Tim Katasultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *