Antrean Masih Panjang, SPBU Endekana Pastikan Pelayanan dan Pasokan BBM Normal

MUNA — 4 Oktober 2026 – Aktivitas pelayanan BBM di SPBU 74.936.06 BCK Endekana, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, tetap berjalan normal. Antrean kendaraan masih terlihat, namun berdasarkan pantauan awak media, kondisi di lokasi berlangsung aman dan tertib.

Pantauan awak media menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat mengikuti jalur antrean yang telah disiapkan. Proses pengisian BBM juga berjalan tanpa gangguan.

Kondisi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Rahim selaku pengelola SPBU 74.936.06 BCK Endekana. Menurut dia, antrean dalam beberapa hari terakhir masih berada dalam batas wajar dan terkendali. Kepadatan biasanya terjadi pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari.

“Untuk antrean dalam beberapa hari terakhir masih dalam batas wajar dan terkendali. Antrean terjadi pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari, terutama untuk BBM jenis Pertalite dan Bio Solar. Kami tetap melayani sesuai SOP Pertamina,” ujar Rahim.

Pasokan BBM Disebut Normal
Rahim memastikan pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga saat ini dalam kondisi normal dan mencukupi sesuai kuota harian yang diberikan.

Dia mengatakan pengiriman BBM dari Depot Kendari berjalan rutin dan tidak ada pengurangan kuota.

“Untuk pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga saat ini dalam kondisi normal dan mencukupi sesuai kuota harian yang diberikan. Pengiriman dari Depot Kendari berjalan rutin, tidak ada pengurangan kuota,” katanya.

Menurut Rahim, tidak terdapat kendala distribusi yang signifikan. Jika terjadi keterlambatan, hal itu biasanya dipengaruhi faktor cuaca di jalur penyeberangan dan kondisi jalan.

Pengelola mengantisipasinya dengan manajemen stok di tangki pendam agar pelayanan tetap berjalan.
Rahim Bantah Sengaja Biarkan Penimbunan
Di tengah adanya pemberitaan yang menyinggung dugaan penimbunan BBM, Rahim membantah pihaknya pernah dengan sengaja membiarkan praktik tersebut terjadi.

“Kami tidak pernah dengan sengaja membiarkan adanya penimbunan BBM,” tegas Rahim.

Pantauan dari sisi belakang SPBU 74.936.06 BCK Endekana, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, pada Minggu (4/10/2026). Antrean kendaraan terpantau aman dan tertib.

Dia mengatakan pengelola melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM, termasuk transaksi menggunakan QR Code MyPertamina.

Jika ditemukan indikasi pembelian berulang yang dinilai tidak wajar, pihak SPBU akan melakukan edukasi dan pembatasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami selalu melakukan pemantauan sesuai aturan BPH Migas dan Pertamina. Untuk pembelian menggunakan QR Code MyPertamina, kami berlakukan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga agar penyaluran BBM bersubsidi tetap sesuai aturan dan tidak mengganggu hak konsumen lainnya.

Antrean Dipisah, CCTV Diawasi 24 Jam
Untuk mencegah antrean menjadi tidak terkendali, pengelola menerapkan sejumlah mekanisme pengaturan.

Petugas ditempatkan di area masuk, sementara jalur kendaraan roda dua dan roda empat dipisahkan. SPBU juga dilengkapi pengawasan CCTV selama 24 jam.

“Kami menerapkan sistem pengaturan antrean dengan bantuan petugas pengatur di area masuk, pembagian jalur roda dua dan roda empat, serta pengawasan CCTV 24 jam. Kami juga berkoordinasi dengan aparat setempat jika terjadi kepadatan,” kata Rahim

Pihak SPBU juga membuka seluruh nozzle dan dapat menambah jam operasional apabila diperlukan. Pengisian BBM menggunakan jeriken dibatasi sesuai surat rekomendasi dari pemerintah desa atau kecamatan.
Kondisi stok juga dilaporkan secara rutin kepada Pertamina.

Konsumen Sebut Antrean Mulai Lebih Tertib
Kondisi tersebut juga dirasakan konsumen.
Abdul, warga Kabupaten Muna, mengatakan antrean BBM selama sepekan terakhir masih cukup panjang, tetapi sudah lebih aman dan tertib.

“Untuk satu minggu ini antrean aman. Walaupun masih panjang, saya melihat sudah mulai aman dan tertib,” ujar Abdul.

Hal senada disampaikan Ani (40), warga Kota Raha yang ditemui awak media di lokasi.

Menurut Ani, antrean memang masih panjang, tetapi pengaturannya sudah lebih baik sehingga waktu tunggu konsumen tidak seperti sebelumnya.

“Kalau minggu ini sudah aman. Antreannya memang masih panjang, tapi sudah tertib dan teratur. Jadi kami tidak lagi lama-lama antre,” kata Ani.

Pengelola Imbau Konsumen Tidak Menimbun BBM
Rahim mengimbau masyarakat tetap tertib dalam antrean, membawa QR Code yang valid, tidak melakukan penimbunan, serta mengutamakan keselamatan saat berada di area SPBU.

“Mari kita jaga bersama agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran bagi yang berhak,” ujarnya.

Pantauan awak media pada Minggu (4/10/2026) menunjukkan aktivitas pelayanan di SPBU 74.936.06 BCK Endekana berlangsung normal. Antrean masih terlihat, tetapi kendaraan roda dua dan roda empat mengikuti jalur yang telah disediakan.

Reporter : Aisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *