Buton Tengah Dorong Trans Marine, Bidik KEK Berbasis Ekonomi Maritim

JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Buton Tengah mendorong pengembangan program Trans Marine atau transmigrasi maritim sebagai model pembangunan ekonomi berbasis kelautan. Konsep tersebut diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan kawasan yang berpotensi berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maupun Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bupati Buton Tengah Azhari mengatakan pemerintah daerah telah memaparkan konsep tersebut kepada Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan Dudung Abdurachman dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Menurut dia, pemerintah pusat merespons positif gagasan tersebut dan akan menginisiasi pembahasan lintas kementerian.

“Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan menyampaikan komitmennya untuk menginisiasi rapat koordinasi lintas kementerian guna membahas pengembangan Trans Marine di Buton Tengah,” kata Azhari.

Konsep Trans Marine dirancang tidak hanya sebagai program transmigrasi, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang mengintegrasikan sektor perikanan tangkap, budidaya laut, pendidikan vokasi, investasi, serta pengembangan kawasan industri berbasis kemaritiman.

Menurut Azhari, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Transmigrasi dan sejumlah calon investor untuk menyiapkan pengembangan kawasan ekonomi kelautan. Model tersebut diharapkan mampu menarik investasi sekaligus memperkuat hilirisasi sektor perikanan di wilayah kepulauan.

Sebagai tahap awal, program akan diprioritaskan bagi masyarakat lokal, terutama generasi muda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Pemerintah menyiapkan skema pemberdayaan berupa bantuan keramba budidaya, rumah tinggal, kapal, serta pendampingan usaha selama satu hingga dua tahun melalui Kementerian Transmigrasi.

“Pemerintah menyiapkan skema pemberdayaan berupa bantuan keramba budidaya, rumah tinggal, kapal, serta pendampingan dan pembinaan selama satu hingga dua tahun melalui Kementerian Transmigrasi,” ujar Azhari.

Selain membahas Trans Marine, Azhari juga mengundang Presiden Republik Indonesia untuk meninjau sejumlah proyek strategis yang sedang dikembangkan di Buton Tengah. Proyek tersebut meliputi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Gedung Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Nomor 1 Buton Tengah, Sekolah Nasional Terpadu (SNT), Batalyon 870 Sangia Wambulu, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), serta rencana pengembangan kampus STEM yang berfokus pada bidang kemaritiman.

Azhari menilai integrasi pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi kelautan menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

Penulis : Aisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *