PALU, katasultra.id — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Palu sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian skema Program Kemitraan Masyarakat bertajuk “Edukasi dan Pendampingan Penerapan Life’s Essential 8 (LE8) bagi Guru SMA dalam Upaya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 18 hingga 19 Agustus 2026 ini, dipusatkan di dua sekolah menengah atas di Kota Palu, yaitu SMAN 7 Palu dan SMAN 5 Palu, dengan total partisipasi sebanyak 64 orang guru dan tenaga kependidikan.
Program pengabdian ini dipimpin langsung oleh Adhyanti, M.Si selaku Ketua Tim Pengabmas, didampingi oleh Ansar, M.Kes, serta melibatkan lima orang mahasiswa dan 1 orang alumni Poltekkes Kemenkes Palu, yaitu Aristhi Iftitah, Mutiara, Nurul Aisyah, Nihaya Nissa Saleh, dan Nurfaizah Azahra serta Wa Ode Suharti, S.Tr.Keb.

Ketua Tim Pengabmas, Adhyanti, M.Si, menjelaskan bahwa guru dan tenaga pendidik memiliki peran vital dalam mencerdaskan generasi bangsa, namun sering kali dihadapkan pada tingkat stres kerja dan pola hidup sedentari yang berisiko memicu penyakit tidak menular, khususnya kardiovaskular.
“Melalui penerapan Life’s Essential 8—yang mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, tidur cukup, manajemen berat badan, kontrol kolesterol, gula darah, dan tekanan darah—kami ingin mendampingi para guru agar dapat memantau dan menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah secara berkelanjutan,” ujar Adhyanti di sela-sela kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan skrining komprehensif bagi seluruh peserta, meliputi pengukuran antropometri (Tinggi Badan dan Berat Badan untuk menentukan status Indeks Massa Tubuh/IMT), pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemeriksaan laboratorium sederhana berupa kadar gula darah dan profil kolesterol. Setelah menjalani pemeriksaan, para peserta mendapatkan sesi konseling personal dan pendampingan kesehatan bersama tim ahli. Sesi ini dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan, perbaikan pola makan, serta tips menjaga kebugaran di tengah kesibukan mengajar.
Guna memastikan keberlanjutan edukasi di lingkungan sekolah, Tim Pengabmas Poltekkes Palu juga menyerahkan sarana dan media edukasi kesehatan berupa X-Banner dan pamflet informatif kepada pihak sekolah agar dapat diakses oleh seluruh warga sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari Poltekkes Kemenkes Palu ini. Kegiatan skrining dan edukasi semacam ini dinilai sangat bermanfaat untuk deteksi dini faktor risiko penyakit serta menumbuhkan kesadaran hidup sehat di kalangan tenaga pendidik.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman para guru terkait pencegahan penyakit kardiovaskular, namun juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap gaya hidup sehat. Redaksi










