Mubes Perdana KK-Buteng di Baubau, Upaya Satukan Warga Buton Tengah

BAU-BAU — Sekitar 350 warga Buton Tengah berkumpul di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 26 September 2026. Mereka menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) I Kerukunan Keluarga Buton Tengah (KK-Buteng) Kota Baubau.

Mubes itu menjadi langkah awal pembentukan wadah bersama warga Buton Tengah yang bermukim di Baubau. Forum tersebut juga menjadi ruang konsolidasi untuk memilih kepengurusan KK-Buteng periode 2026-2029 dan menyusun program kerja organisasi.

Sekretaris Daerah Kota Baubau Laode Darusalam membuka Mubes tersebut mewakili Wali Kota Baubau. Ia mengatakan keberadaan warga Buton Tengah telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi Kota Baubau.

“Mubes ini bukan sekadar momen prosedural untuk memilih kepengurusan baru, tetapi menjadi tonggak sejarah penting untuk mempererat tali silaturahmi sara patanguna dan memperkokoh persatuan warga Buton Tengah yang ada di Kota Baubau,” kata Laode.

Menurut Laode, warga asal Buton Tengah merupakan salah satu kelompok masyarakat dengan jumlah cukup besar di Baubau. Mereka beraktivitas di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, jasa hingga pemerintahan.

Ia berharap KK-Buteng tidak hanya menjadi organisasi paguyuban, tetapi juga mampu membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan ikut menjaga kerukunan masyarakat.

“Kota Baubau adalah rumah kita bersama. Keberagaman latar belakang dan rumpun keluarga yang mendiami kota ini adalah kekayaan terbesar kita,” ujarnya.

Laode meminta kepengurusan yang terpilih nantinya memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Baubau, menjaga ketertiban dan toleransi, serta menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pembukaan Mubes ditandai pemukulan gong oleh Laode Darusalam bersama tujuh tokoh masyarakat Buton Tengah. Prosesi dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh perwakilan tujuh kecamatan di Kabupaten Buton Tengah.

Ketua Panitia Mubes I KK-Buteng, Nurman, mengatakan gagasan pembentukan organisasi tersebut berangkat dari keresahan sejumlah tokoh masyarakat Buton Tengah yang melihat belum adanya wadah bersama bagi warga Buton Tengah di Kota Baubau.

“Ini atas dasar kegelisahan tokoh masyarakat yang melihat masyarakat Buteng belum mempunyai kerukunan. Oleh karena itu, kami dari generasi muda berupaya mewujudkan kegelisahan itu,” kata Nurman.

Mubes mengusung tema “Dha Seonu Fekihi Soo Kaetano Liwu”, yang berarti satu kebaikan untuk kebaikan negeri. Nurman mengatakan tema tersebut merepresentasikan upaya menyatukan pemikiran, ide, dan gagasan untuk kepentingan bersama.

Ada empat agenda utama dalam Mubes. Selain mempererat silaturahmi dan konsolidasi organisasi, forum ini memilih ketua dan pengurus KK-Buteng periode 2026-2029 serta menyusun program kerja lima tahun mendatang.

Peserta Mubes berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Buton Tengah dan warga Buton Tengah yang berdomisili di Kota Baubau. Panitia mencatat sekitar 350 orang mengikuti kegiatan tersebut.

Nurman mengatakan penyelenggaraan Mubes dibiayai secara swadaya oleh pengurus dan sumbangan sukarela dari para donatur. “Tidak ada pungutan yang mengikat,” kata dia.

Laporan : Aisyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *