MUNA BARAT, katasultra.id – Media Pemkab Mubar – Dua rumah panggung milik ibu dan anak di Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, ludes terbakar pada Selasa sore, 8 September 2026 sekitar pukul 16.30 WITA.
Rumah yang terbakar milik Wa Ode Pelona, 72 tahun, dan putranya Amsar, 42 tahun. Kebakaran diduga dipicu ledakan tabung gas LPG saat istri Amsar, Wa Saroni, sedang memasak air di dapur sekitar pukul 16.20 WITA.
Warga Asbar Tanjung, 31 tahun, pertama kali melihat api membumbung dari dapur rumah Amsar. Warga lainnya, Amrin, 44 tahun, juga mendengar 3 kali ledakan berturut-turut sebelum api membesar.
Api cepat merembet ke rumah Wa Ode Pelona yang jaraknya hanya 3 meter. Beruntung tidak ada korban jiwa. Laode Muh Acal, 35 tahun, membantu Wa Ode Pelona keluar melalui pintu belakang. Namun seluruh harta benda dan dokumen penting milik dua keluarga itu hangus. Kerugian material ditaksir Rp350 juta, dengan rincian Rp200 juta dialami Amsar dan Rp150 juta dialami Wa Ode Pelona.

PEMKAB SIAPKAN RP70 JUTA UNTUK KORBAN
Sehari setelah kejadian, Rabu 9 September 2026, Bupati Muna Barat La Ode Darwin turun langsung ke lokasi. Ia didampingi Ketua DPRD Rafiudin, Sekda Ibrahim Rasimu, Kepala Dinas Perumahan Unding, dan Kepala BPBD Nazirun.
Pemerintah Kabupaten Muna Barat menyiapkan anggaran Rp70 juta dari Belanja Tidak Terduga untuk membantu pemulihan dua keluarga tersebut. Sebanyak Rp50 juta dialokasikan untuk perbaikan dua unit rumah, sedangkan Rp20 juta disiapkan untuk pemulihan usaha milik korban dalam bentuk barang sesuai proposal.
Selain itu, Pemkab juga menyalurkan bantuan darurat melalui Dinsos dan BPBD berupa sembako, pakaian, serta perlengkapan tidur.
“Kami hadir atas nama pemerintah daerah dan dari saya juga pribadi kepada masyarakat yang mengalami bencana. Kami sadar dalam kondisi seperti ini mereka sangat membutuhkan,” kata La Ode Darwin.
ARMADA PEMADAM DAN HIMBAUAN WASPADA
Kebakaran ini juga menyoroti kesiapan Pemda menghadapi bencana. Bupati mengakui keterbatasan armada pemadam masih menjadi persoalan. Saat ini Pemkab sudah memiliki armada yang relatif baru di beberapa wilayah, namun tambahan dukungan anggaran tetap diperlukan.
Pemerintah daerah berharap dapat mengalokasikan tambahan anggaran pada 2027 untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Di tengah kondisi cuaca panas dan Sultra yang memasuki musim kemarau, Bupati juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Jangan sampai ada percikan-percikan api atau ada sumber yang mungkin tidak disengaja kemudian menimbulkan kebakaran,” ujarnya.
“Kompor harus dipastikan sudah dimatikan atau tetap diawasi setelah digunakan. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain api.”
Penulis : Aisyah













