Muna Barat, Katasultra.id – Sebanyak 61 sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Muna Barat (Mubar) menerima alokasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan sarana-prasarana serta penguatan digitalisasi pembelajaran.
Keberhasilan program tersebut dipamerkan dalam kegiatan Open House Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mubar, Ali Basa, di SMP Negeri Satap 1 Sawerigadi, Desa Lawada Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Jumat (16/10/2026).
Dalam sambutannya, Ali Basa menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan harus sejalan dengan peningkatan kompetensi guru agar sarana dan teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Program pembelajaran berbasis digital ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya guru di Kabupaten Muna Barat,” ujarnya.

Ia mendorong para pendidik untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif guna memicu keaktifan siswa, membangun pola pikir dinamis, serta menyiapkan peserta didik menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.
Selain itu, Ali Basa mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman. Ia mengajak seluruh satuan pendidikan memanfaatkan lahan sekolah untuk penghijauan demi menunjang kenyamanan belajar sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mubar, La Samahu, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat, jajaran Pemkab Mubar, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak sebatas berorientasi pada kemegahan fisik, melainkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Tujuan utama kita bukanlah mendirikan bangunan yang megah, melainkan bagaimana membentuk SDM anak-anak bangsa yang menempuh pendidikan di Bumi Muna Barat yang kita cintai ini,” tegas La Samahu.
Ia turut mengajak pihak sekolah dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama merawat fasilitas yang telah disediakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Di tempat yang sama, Kepala SMP Negeri Satap 1 Sawerigadi, Bahar, mengungkapkan bahwa revitalisasi sarana dan digitalisasi memberikan dampak nyata terhadap proses belajar-mengajar di sekolahnya.
“Revitalisasi membuat ruang kelas menjadi lebih aman dan nyaman. Sementara itu, digitalisasi menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan modern,” terang Bahar.
Bahar menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya terus berinovasi dalam pembelajaran berbasis teknologi. Pada tahun 2024, SMPN Satap 1 Sawerigadi berhasil menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google—satu-satunya sekolah di Sulawesi Tenggara kala itu dan berada di peringkat ketujuh secara nasional.
Selain sempat berkolaborasi dalam pembelajaran bersama SMP Negeri 1 Kendari, sekolah ini juga tengah menjajaki peluang kerja sama internasional dengan sekolah di Australia melalui jaringan salah satu gurunya yang sedang menempuh studi magister di negara tersebut.
Melalui kegiatan Open House ini, pihak sekolah memperlihatkan secara langsung pemanfaatan fasilitas hasil revitalisasi dan teknologi digital dalam menunjang kegiatan belajar-mengajar.

Mengakhiri keterangannya, Bahar menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Dinas Pendidikan, komite sekolah, para guru, hingga orang tua murid atas dukungan yang diberikan. Ia berharap seluruh fasilitas yang ada dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal demi melahirkan generasi Mubar yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Asisten II Setda Mubar, para Kepala OPD lingkup Pemkab Mubar, Camat Sawerigadi, jajaran Kepala Sekolah dan Guru, Komite Sekolah, orang tua murid, serta para siswa setempat. (Redaksi)







