Pembagian MBG di Mubar Ditemukan Rambut, Kepsek SMP Lawa: Sudah Lama Diselesaikan

Muna Barat – Pembagian makanan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Lawa, Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan rambut dan seekor lipan.

Kepala SMPN 1 Lawa, La Ode Kaidati, mengatakan temuan sehelai rambut dalam menu yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lawa sudah lama diselesaikan. Saat rambut ditemukan, pihak SPPG langsung berinisiatif mengganti ompreng makanan.

“Ketika ditemukan bulu rambut, langsung dikembalikan omprengnya. Masalah itu sudah diselesaikan oleh pihak SPPG bersama sekolah. Kejadiannya juga sudah lama,” kata Kaidati, Selasa (20/10/2026).

Sementara terkait temuan seekor lipan, Kaidati mengungkapkan kejadian tersebut terjadi 5 bulan lalu. Ia juga menyayangkan banyaknya disinformasi di media sosial mengenai penyaluran MBG di sekolahnya tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah.

“Penemuan lipan kejadiannya sekitar enam bulan yang lalu. Saya juga bingung kenapa muncul di media seperti ini,” ungkapnya.

Kepala SPPG Lawa, Wasir Mahfuz, mengatakan setiap kali ditemukan porsi makanan yang kurang layak, pihaknya langsung menarik dan mengganti hidangan. Untuk mengantisipasi temuan serupa, pihaknya kini telah menyiapkan porsi MBG cadangan di setiap sekolah penerima manfaat.

“Mengenai sehelai rambut dalam menu, kami minta maaf. Jika ada porsi makanan yang dianggap kurang higienis oleh siswa atau guru, kini kami sudah menyediakan menu MBG cadangan,” ujar Mahfuz, Kamis (22/10/2026).

Terkait temuan lipan dalam wadah makanan, Wasir menyebut pihaknya sebelumnya telah melakukan penelusuran asal-usul keberadaan hewan tersebut. Berdasarkan laporan tim lapangan, ompreng makanan telah berada di ruang kelas dalam kondisi terbuka dan lipan yang ditemukan masih dalam keadaan hidup.

“Saat ditemukan di ruang kelas, lipan masih dalam kondisi hidup di dalam ompreng. Kami belum bisa memastikan apakah saat itu lipan berasal dari dapur SPPG atau dari lingkungan luar,” tutup Wasir.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed