MUNA BARAT – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lawa, Kabupaten Muna Barat, menyatakan berkomitmen meningkatkan kualitas dan kebersihan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul adanya keluhan mengenai temuan benda asing berupa rambut dan lipan pada wadah makanan.
Kepala SPPG Lawa, Wasir Mahfuz, mengatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dari orang tua siswa maupun masyarakat. Menurut dia, setiap keluhan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Wasir menjelaskan, apabila terdapat makanan yang dikeluhkan karena diduga tidak higienis, pihaknya segera melakukan penggantian. SPPG Lawa juga menyiapkan porsi makanan cadangan di setiap sekolah penerima untuk mengantisipasi kebutuhan penggantian.
Terkait temuan lipan dalam wadah makanan atau omprengan, Wasir mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar empat bulan lalu. Ia mengaku belum dapat memastikan apakah lipan itu berasal dari proses pengolahan makanan di SPPG atau masuk dari lingkungan sekolah.
Menurut penjelasannya, wadah makanan saat itu telah berada di ruang kelas dalam kondisi terbuka, sementara lipan yang ditemukan masih hidup. Ia juga menyampaikan bahwa sumber rambut yang ditemukan dalam makanan belum dapat dipastikan.
Wasir menegaskan, keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi perhatian pihaknya. Ia mengatakan makanan yang dikeluhkan telah diganti pada hari kejadian.
Selain menangani keluhan, SPPG Lawa menyatakan akan meningkatkan pengendalian mutu pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga pendistribusian makanan.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas makanan sekaligus meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.
Hingga berita ini disusun, pertanyaan lanjutan mengenai hasil evaluasi internal, penyebab temuan benda asing, serta langkah pencegahan yang lebih terperinci masih menunggu jawaban dari pihak SPPG Lawa.













