MUNA, — Sebanyak 62 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muna membawa pesan pelestarian budaya daerah dalam Gerak Jalan Indah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-67 Kabupaten Muna, Jumat (14/8/2026).
Para siswa tersebut dibagi dalam dua barisan, masing-masing terdiri dari 31 siswa putra dan 31 siswa putri. Mereka mengusung tema “Menggerakkan Jati, Membangun Masa Depan Bangsa” dengan menjadikan pohon jati sebagai simbol identitas dan kekayaan budaya Muna.
Barisan putra tampil mengenakan pakaian putih, baret merah, serta tenun Muna pada bagian kerah. Adapun barisan putri mengenakan jilbab putih, baret merah, jambul merah putih, rompi berbahan tenun Muna bernuansa merah hati dan emas, serta sarung tangan merah.
Sejumlah atribut turut melengkapi penampilan, di antaranya pin kemerdekaan dan lambang Kementerian Agama.

Selain menjadi bagian dari konsep visual, warna dan atribut yang digunakan memiliki makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Warna putih dimaknai sebagai kesucian niat dan ketulusan, merah sebagai keberanian, sementara warna emas pada tenun Muna merepresentasikan jati diri serta kekayaan budaya daerah.
Pesan pelestarian identitas daerah juga disampaikan melalui narasi barisan putri.
“Seperti akar pohon jati yang kuat mencengkeram tanah leluhur, kami melangkah untuk menjaga identitas,” demikian salah satu pesan yang disampaikan peserta dalam penampilannya.
Kepala MAN 1 Muna, Hamdan, S.Pd., mengatakan pihaknya sengaja melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan tersebut agar momentum peringatan hari besar nasional sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter dan kecintaan terhadap daerah.
“MAN 1 Muna menurunkan dua barisan, 31 putra dan 31 putri, karena kami ingin semua siswa terlibat. Tema ‘Menggerakkan Jati’ kami ambil dari tema HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT Kabupaten Muna ke-67 dari Pemerintah Daerah,” ujar Hamdan.
Menurut Hamdan, pohon jati memiliki keterkaitan erat dengan identitas Kabupaten Muna. Karena itu, pengenalan simbol budaya daerah kepada generasi muda dinilai penting agar nilai tersebut tidak terputus oleh perkembangan zaman.
“Pohon jati adalah identitas dan maskot Muna yang harus kita lestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” katanya.
Hamdan juga mengapresiasi para siswa yang mengikuti kegiatan dengan menunjukkan kedisiplinan dan kekompakan.
“Terima kasih kepada anak-anak putra dan putri atas semangat, disiplin, kekompakan dan tanggung jawab yang ditunjukkan hari ini. Semoga ini menumbuhkan rasa cinta kepada daerah dan bangsa, serta mengokohkan kebersamaan untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Hamdan berharap generasi muda Muna tidak hanya mengenal budaya daerah sebagai warisan masa lalu, tetapi juga mampu menjadikannya bagian dari identitas dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, generasi muda Muna semakin mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa. Semoga mereka tumbuh berkarakter, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama Muna sekaligus nama Indonesia di masa depan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Hamdan didampingi guru pendamping Rita Astuti, S.Pd., M.Sc., dan Wa Ode Hasia, S.Pd.
Penampilan para siswa ditutup dengan jargon “MAN 1 Muna — Melangkah dengan budaya, bergerak dengan iman, dan berkarya untuk Muna dan Indonesia.”
Keikutsertaan 62 siswa MAN 1 Muna dalam Gerak Jalan Indah menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya lokal melalui kegiatan pendidikan. Pesan yang dibawa para siswa juga menempatkan pelestarian identitas daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Reporter : Aisyah







